Langsung ke konten utama

Hello!

Hai! Aku Nadnad, blog ini sebenernya udah aku buat beberapa bulan yang lalu tapi baru bisa posting sekarang karena bingung mau cerita apa,tapi ga ada salahnya buat nyoba kan. Tekad awalku pingin men-share beberapa karya tulisanku disini, tapi awal-awal ini aku baru bisa berbagi cerita tentang keseharianku aja. Seperti hari ini, adik laki-laki ku lagi sakit. Tapi heran lho lagi sakit gitu dia malah semakin bawel dari biasanya* bokap nyokap sampe bete sendiri.

Hari ini seharusnya aku menepati janjiku untuk datang ke SD,bantu-bantu melatih adik kelas, tapi aku harus mengetik e-mail ke teman untuk mengirimkan tugas serta beberapa tugas harian lainnya. Jadi ngaretlah saya pada waktu yang di tentukan. Saat aku sudah berpakaian rapi dan siap pergi. Tiba-tiba rasa ragu merasuki pikiranku saat terdengar derik pintu pagar depan di buka.

" Ckiit,, tag! "   

Aku yang sedang menonton ibuku memotong sayuran tersentak dan ibuku angkat bicara.

" HAAH. Sifa udah pulang tuh! " dengan nada mengejek

Deg. Kalo... sifa udah pulang.. berarti... latihan Pramukanya.. ... UDAHH SELESAI???
Aku berlari keluar rumah menuju pagar. Dan ternyata... bukan. Aku masuk kembali ke rumah. Diam. Merenung sesaat. Karena aku orangnya khawatiran, aku udah bener-bener mikir mereka udah pada pulang. Aku langsung berganti pakaian, dan menuju dapur. Ibuku yang melihatku telah berganti pakaian menyindir,

" Hehehe, baru di gituin aja udah patah semangat. Gimana sih?"

" ..... "

Aku menunggu dan menunggu. Sampai pukul setengah dua siang, adikku pun pulang.
Batinku berkecamuk,,

" Haah? Berarti tadi seharusnya belum pulang dong? Aihh, kenapa 
 coba aku ga jalan aja! "

Aku diam, menyesali keputus asaanku tadi.
Lalu adikku masuk ke rumah, dengan mata berbinar-binar. Sepertinya terjadi sesuatu hal yang menarik. Benar. Terjadi kejadian yang asyik.
Aku diam. Pasrah dengan apa yang terlewatkan, dan memaki-maki diri dalam hati.

" Gini nih... kalo gampang ke makan omongan orang."
" Gini nih... kalo suka males-malesan . "

Haduhh, udah deh pasti hati rasanya dag dig dug kalo ngerasa bersalah. 
Pokoknya!! Besok kalo ada kumpul lagi ga boleh males.

Sekian ceritanya, see  you soon! 











Komentar

Postingan populer dari blog ini

Indonesia atau yang Lain? (Part 1)

Indonesia. Apa satu hal yg langsung terbayang dipikiranmu saat mendengar nama itu? Bali? Komodo? Orangutan? Soekarno? Habibie? Itu hal positif yg Alhamdulillah masih diingat sampai sekarang. Kalo yg ini? Korupsi? Bentrok? Itu negatifnya yg sayang masih kita dengar. Bicara negeri kita, saya tidak akan membicarakan hal meluas yang berhubungan diatas. Saya cuma mau bahan satu hal malam ini. Tentang respon masyarakat tentang karya anak bangsa,yaitu film. Pernah suatu hari saya berburu diskon ceritanya di internet. Nemu promo dibioskop nonton murmer gitu tapi khusus cuma film luar aja. Seketika saja, saya berpikir. Ko kesannya jadi marketing gitu ya biar film luar lebih laku daripada film negri sendiri(?) Lalu hari ini. Iseng sebenarnya buka twitter. Nemu #HariFilmNasional dan nongol promo beli satu gratis satu dibioskop. Tapii.. Khusus film dalam negeri saja,itupun hanya dibeberapa bioskop saja. Dua peristiwa itu saya alami dengan respon yg lumayan berbeda. Saat saya menglmentar...

Yang di Luar Sana

Assalammu'alaikum. Hai :') Lama ya ga nulis. Bukan sibuk kok cuma fokusnya yang teralihkan. Hehe Sebelum curhat, saya mau cerita aja kenapa lama vakum di blog. Ketertarikan saya teralihkan dengan media lain yaitu tumblr. Bukan bermaksud untuk bilang blog ini ga nyaman. Tapi saya seperti menemukan sebuah passion lain di tumblr. Yang membuat saya berani bisa berbicara mengenai kehidupan meski dalam bentuk tersirat. Sering kali, saya menemukan satu-dua tulisan yang membuat saya termenung. Merefleksikan diri dari kehidupan. Memberikan energi extra dalam melanjutkan sebuah perjalanan. Menyadarkan untuk tidak DIAM . Yang saya dengar, diam itu emas . Terserah sih. Tapi kadang di situasi tertentu saat kamu memilih diam itu bisa jadi kejam. Mungkin saya terdengar berlebihan. Saya berusaha jujur mengungkap apa yang saya rasakan. But that was true. Ahh lelah untuk menjelaskannya. Percuma saja. Nikmati hidangan yang kamu pilih nona . Hidup ini memang sadis.. memaksa untuk m...

Hal Simpel yang Bikin Bete PART II

Hollala semua. Saya kembali dengan ' Hal Simpel yang Bikin Bete PART II '. Sayangnya ini cukup berkaitan sama part sebelumnya. So, sangat disarankan baca dulu ya sebelumnya ;) Ini soal kalo kita mau dibuat nunggu sama orang bahkan pake diancem segala. Haduooh, bete ga sih? Jadi begini ceritanya... saya tadinya mau rapat sama teman-teman. Karena langka banget gitu yang dateng. Jadi dihumasinnya jadi agak berbau ancaman . Tenang.. ancaman ini tidak berbentuk seperti kekerasan, SARA, atau apapun hal negatif yang kini seliweran diotak kalian. Ini cuma sedikit gertakan sih. Tapi betapa menyebalkannya ketika gertakan itu tidak berfungsi kepada pihak yang dimaksudkan? Sama aja boong. So? Intinya.. gertakan yang dilakukan oleh pimpinan saya sama sekali tidak mempan untuk massa kami. Massa sudah menjadi lebih cerdik dalam memahami isi pesan yang dihumaskan. Lebih nalar akan keadaan. Miris sih, tapi begitulah. Sekian dari saya , see yuu