Langsung ke konten utama

Postingan

Dimana Kita?

Postingan terbaru

Maumu Apa?

Ku berusaha di awal, kau meragukan Ku raih yang kupinta, kau pertanyakan Maumu apa? Aku diam Kau menggali luka yang dalam Hingga diam berganti jadi jawaban Dalam setiap pertanyaan yang kau ucapkan Lelah... Hati, jiwa dan pemikiranku ini sudah lelah Mempertaruhkan impian dalam kesempatan Lalu kau kembali pertanyakan Apa salah? Jika aku berusaha mengekspresikan kesedihan Jadi aku harus tersenyum terus menyimpan kesakitan Aku, hanya ingin jujur pada diriku Tak ingin menutupi apa yang kurasa Baik, jika kau menilaiku salah Aku tahu dan memahami Bahwa kamu akan selalu benar Dalam setiap luka yang kau gorespun Kau tetap benar Selamat memulai melanjutkan kehiduoanmu yang penuh dengan kebenaran :")

Yang di Luar Sana

Assalammu'alaikum. Hai :') Lama ya ga nulis. Bukan sibuk kok cuma fokusnya yang teralihkan. Hehe Sebelum curhat, saya mau cerita aja kenapa lama vakum di blog. Ketertarikan saya teralihkan dengan media lain yaitu tumblr. Bukan bermaksud untuk bilang blog ini ga nyaman. Tapi saya seperti menemukan sebuah passion lain di tumblr. Yang membuat saya berani bisa berbicara mengenai kehidupan meski dalam bentuk tersirat. Sering kali, saya menemukan satu-dua tulisan yang membuat saya termenung. Merefleksikan diri dari kehidupan. Memberikan energi extra dalam melanjutkan sebuah perjalanan. Menyadarkan untuk tidak DIAM . Yang saya dengar, diam itu emas . Terserah sih. Tapi kadang di situasi tertentu saat kamu memilih diam itu bisa jadi kejam. Mungkin saya terdengar berlebihan. Saya berusaha jujur mengungkap apa yang saya rasakan. But that was true. Ahh lelah untuk menjelaskannya. Percuma saja. Nikmati hidangan yang kamu pilih nona . Hidup ini memang sadis.. memaksa untuk m...

Indonesia atau yang Lain? (Part 1)

Indonesia. Apa satu hal yg langsung terbayang dipikiranmu saat mendengar nama itu? Bali? Komodo? Orangutan? Soekarno? Habibie? Itu hal positif yg Alhamdulillah masih diingat sampai sekarang. Kalo yg ini? Korupsi? Bentrok? Itu negatifnya yg sayang masih kita dengar. Bicara negeri kita, saya tidak akan membicarakan hal meluas yang berhubungan diatas. Saya cuma mau bahan satu hal malam ini. Tentang respon masyarakat tentang karya anak bangsa,yaitu film. Pernah suatu hari saya berburu diskon ceritanya di internet. Nemu promo dibioskop nonton murmer gitu tapi khusus cuma film luar aja. Seketika saja, saya berpikir. Ko kesannya jadi marketing gitu ya biar film luar lebih laku daripada film negri sendiri(?) Lalu hari ini. Iseng sebenarnya buka twitter. Nemu #HariFilmNasional dan nongol promo beli satu gratis satu dibioskop. Tapii.. Khusus film dalam negeri saja,itupun hanya dibeberapa bioskop saja. Dua peristiwa itu saya alami dengan respon yg lumayan berbeda. Saat saya menglmentar...

Dekatmu dan Dekatku

Dekat. Belum bosan rasanya membahas tentang hubungan manusia. Tentang jarak dan waktu yang menjadi alasan akankah kita dekat maupun jauh. Mungkin dulu kita pernah dekat. Sedekat tipeks dan pulpen. Saat pulpen salah, tipeks menambal kesalahan pulpen. Tapi itu relatif, karena pulpen tak lagi membutuhkan tipeks. Jauh. Sejauh apa jarakku dan dia terbentangkan oleh waktu yang tidak pernah bertemu.

Kamu Kenal Aku? Sampai dimana...

Kehidupan sosial itu penuh persoalan. Kita dihadapkan pada soal mudah, sulit, dan tidak terjawab. Dalam penyelesaiannya kita terlibat dengan beberapa orang. Entah dengan orang terdekat atau orang yang tak kita kenal. Sekarang saya berpikir, apa bedanya orang terdekat dan orang yang tidak kita kenal? DEKAT Berhadapan dengan orang terdekat memiliki dua kondisi. Akankah kita merasa nyaman atau risih. Dekat bukan berarti kita terikat. Terikat sama saja dekat karena paksa. Tidak seorangpun mau dipaksa untuk terikat. Yang menentukan sedekat sejauh apa suatu hubungan bukan mereka yang melihat. Tapi kita yang menjalani. Tidak satupun pihak yang bisa mengunci pilihan diantara yang terlibat. Pemeran utamanyalah yang berhak mengambil keputusan. Bukan satu, namun keduanya. Kedekatan kadang terasa seperti mempermainkan. Nampak baik namun isi tak sebaik tampaknya. Dekat bukan berarti harus tau segalanya. Kalau nyatanya dekat , kedekatan akan membukakan dengan sendirinya. Dekat tidak...

Berpikir Sebelum Bertindak

Ini sebuah pengakuan yang agak mengecewakan. Saya sangat menyesal pernah melakukannya. Hal ini membuat saya menjadi sangat sangat sangaat waswas dalam menilai orang kedepannya. Terutama dengan paham universal yang sering kita dengar. " Don't judge people by the cover " Terutama jika cover-cover itu berasal dari rekanan Anda yang belum dikenal betul. Sungguh, Anda akan sangat menyesal dikemudian hari atas penilaian sepihak Anda saat itu. Waiiit, kenape bahasa saya jadi formal ginii? Lalu, mengenai cara kita menanggapi sapaan orang dikesan pertama. Huuft, kesan pertama emang terkadang seringnya awkward. Tapi percaya deh, kesannya pertama ga selamanya mempengaruhi hubungan kita dengan orang lain dimasa depan. Kenapa? Semakin terjalinnya komunikasi diantara kita pasti bakal menciptakan kesan-kesan lain yang beragam. Bergurau dengan teman memang selalu asyik, tapi itu berubah jadi ga asyik kalo udah menyindir hal-hal private yang berhubungan dengan teman kita. Hampir s...