Memandang wajah temanku yang satu itu serentak mengingatkanmu. Sejenak aku terlabuh pada masa lalu. Aku dan kamu. Dimana secuil rempah kue menjadi hal yang direbutkan. Dimana jam pulang menjadi pertimbangan. Dimana tekad selalu harus memiliki perwujudan.
Kamu dan aku. Memang awalnya tak bisa saling menebak. Siapa duluan yang menyapa siapa. Aku atau kamu? Tapi kejujuran menyatukan kita. Tak harus berbentuk rahasia namun sederhana.
Aku bernafas oleh bait-bait kata yang terlintas dikepala ku. Denyut nadiku, mengalir mengantar cinta hingga sampai hati. Selalu ada hal yang tak bisa dipungkiri. Sulit dijelaskan namun memiliki arti.
Sesingkat apapun komunikasi yang kita jalin. Aku selalu menghargai itu. Meski canggung yang masih terjalin, aku tetap percaya diri. Kita mungkin masih bisa bergandengan seperti dulu. Berdamai dengan bedanya jalur yang ditempuh,
Kita masih punya mimpi. Simpel namun semoga selalu kau ingat. Bertemulah kembali di negeri pendidikan dan jangan arogan. Seperti katamu, selalu ada langit diatas langit.
Lovefully {}
Komentar
Posting Komentar