Di awal kita saling menyadari
Bahwa kita saling melengkapi
Kini kita saling mempertanyakan
Akan sebuah keberadaan
Kamu tenggelam dalam dunia abstrakmu
Aku dijerat waktu memburu
Kita tidak saling bertemu
Dalam satu pemahaman yang dulu menyatukan
Aku sedih sendiri
Menyatukan patahan sayapku
Lalu kau masih tertawa
Mengobrol dengan kawan tak berarah
Kau masih bisa marah
Dan aku memilih diam
Lelah aku bicara
Karena kau tak akan mendengarkan
Batu di kepalamu kian keras
Tiada guna ku melawan
Kau kan membalas dengan cacian
Pembelaan akan dirimu tidak berakhir
Hingga mereka bertanya padaku
Untuk apa aku bertahan?
Kau kian tidak peduli dengan keadaan
Tak mau disalahkan tapi terus memperparah
Aku tidak sanggup mengucapkan
Akhiran dari petaka ini
Dimana kita sekarang ini?
Berpasrah pada masalah?
Menolak bersolusi?
Dan kita kini
Mati di dalam hati
Bahwa kita saling melengkapi
Kini kita saling mempertanyakan
Akan sebuah keberadaan
Kamu tenggelam dalam dunia abstrakmu
Aku dijerat waktu memburu
Kita tidak saling bertemu
Dalam satu pemahaman yang dulu menyatukan
Aku sedih sendiri
Menyatukan patahan sayapku
Lalu kau masih tertawa
Mengobrol dengan kawan tak berarah
Kau masih bisa marah
Dan aku memilih diam
Lelah aku bicara
Karena kau tak akan mendengarkan
Batu di kepalamu kian keras
Tiada guna ku melawan
Kau kan membalas dengan cacian
Pembelaan akan dirimu tidak berakhir
Hingga mereka bertanya padaku
Untuk apa aku bertahan?
Kau kian tidak peduli dengan keadaan
Tak mau disalahkan tapi terus memperparah
Aku tidak sanggup mengucapkan
Akhiran dari petaka ini
Dimana kita sekarang ini?
Berpasrah pada masalah?
Menolak bersolusi?
Dan kita kini
Mati di dalam hati
Komentar
Posting Komentar