Langsung ke konten utama

Dimana Kita?

Di awal kita saling menyadari
Bahwa kita saling melengkapi
Kini kita saling mempertanyakan
Akan sebuah keberadaan

Kamu tenggelam dalam dunia abstrakmu
Aku dijerat waktu memburu
Kita tidak saling bertemu
Dalam satu pemahaman yang dulu menyatukan

Aku sedih sendiri
Menyatukan patahan sayapku
Lalu kau masih tertawa
Mengobrol dengan kawan tak berarah

Kau masih bisa marah
Dan aku memilih diam
Lelah aku bicara
Karena kau tak akan mendengarkan

Batu di kepalamu kian keras
Tiada guna ku melawan
Kau kan membalas dengan cacian
Pembelaan akan dirimu tidak berakhir

Hingga mereka bertanya padaku
Untuk apa aku bertahan?
Kau kian tidak peduli dengan keadaan
Tak mau disalahkan tapi terus memperparah

Aku tidak sanggup mengucapkan
Akhiran dari petaka ini
Dimana kita sekarang ini?
Berpasrah pada masalah?
Menolak bersolusi?

Dan kita kini
Mati di dalam hati


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Indonesia atau yang Lain? (Part 1)

Indonesia. Apa satu hal yg langsung terbayang dipikiranmu saat mendengar nama itu? Bali? Komodo? Orangutan? Soekarno? Habibie? Itu hal positif yg Alhamdulillah masih diingat sampai sekarang. Kalo yg ini? Korupsi? Bentrok? Itu negatifnya yg sayang masih kita dengar. Bicara negeri kita, saya tidak akan membicarakan hal meluas yang berhubungan diatas. Saya cuma mau bahan satu hal malam ini. Tentang respon masyarakat tentang karya anak bangsa,yaitu film. Pernah suatu hari saya berburu diskon ceritanya di internet. Nemu promo dibioskop nonton murmer gitu tapi khusus cuma film luar aja. Seketika saja, saya berpikir. Ko kesannya jadi marketing gitu ya biar film luar lebih laku daripada film negri sendiri(?) Lalu hari ini. Iseng sebenarnya buka twitter. Nemu #HariFilmNasional dan nongol promo beli satu gratis satu dibioskop. Tapii.. Khusus film dalam negeri saja,itupun hanya dibeberapa bioskop saja. Dua peristiwa itu saya alami dengan respon yg lumayan berbeda. Saat saya menglmentar...

Yang di Luar Sana

Assalammu'alaikum. Hai :') Lama ya ga nulis. Bukan sibuk kok cuma fokusnya yang teralihkan. Hehe Sebelum curhat, saya mau cerita aja kenapa lama vakum di blog. Ketertarikan saya teralihkan dengan media lain yaitu tumblr. Bukan bermaksud untuk bilang blog ini ga nyaman. Tapi saya seperti menemukan sebuah passion lain di tumblr. Yang membuat saya berani bisa berbicara mengenai kehidupan meski dalam bentuk tersirat. Sering kali, saya menemukan satu-dua tulisan yang membuat saya termenung. Merefleksikan diri dari kehidupan. Memberikan energi extra dalam melanjutkan sebuah perjalanan. Menyadarkan untuk tidak DIAM . Yang saya dengar, diam itu emas . Terserah sih. Tapi kadang di situasi tertentu saat kamu memilih diam itu bisa jadi kejam. Mungkin saya terdengar berlebihan. Saya berusaha jujur mengungkap apa yang saya rasakan. But that was true. Ahh lelah untuk menjelaskannya. Percuma saja. Nikmati hidangan yang kamu pilih nona . Hidup ini memang sadis.. memaksa untuk m...

Hal Simpel yang Bikin Bete PART II

Hollala semua. Saya kembali dengan ' Hal Simpel yang Bikin Bete PART II '. Sayangnya ini cukup berkaitan sama part sebelumnya. So, sangat disarankan baca dulu ya sebelumnya ;) Ini soal kalo kita mau dibuat nunggu sama orang bahkan pake diancem segala. Haduooh, bete ga sih? Jadi begini ceritanya... saya tadinya mau rapat sama teman-teman. Karena langka banget gitu yang dateng. Jadi dihumasinnya jadi agak berbau ancaman . Tenang.. ancaman ini tidak berbentuk seperti kekerasan, SARA, atau apapun hal negatif yang kini seliweran diotak kalian. Ini cuma sedikit gertakan sih. Tapi betapa menyebalkannya ketika gertakan itu tidak berfungsi kepada pihak yang dimaksudkan? Sama aja boong. So? Intinya.. gertakan yang dilakukan oleh pimpinan saya sama sekali tidak mempan untuk massa kami. Massa sudah menjadi lebih cerdik dalam memahami isi pesan yang dihumaskan. Lebih nalar akan keadaan. Miris sih, tapi begitulah. Sekian dari saya , see yuu