Langsung ke konten utama

Kamu Kenal Aku? Sampai dimana...

Kehidupan sosial itu penuh persoalan. Kita dihadapkan pada soal mudah, sulit, dan tidak terjawab. Dalam penyelesaiannya kita terlibat dengan beberapa orang. Entah dengan orang terdekat atau orang yang tak kita kenal. Sekarang saya berpikir, apa bedanya orang terdekat dan orang yang tidak kita kenal?

DEKAT
Berhadapan dengan orang terdekat memiliki dua kondisi. Akankah kita merasa nyaman atau risih. Dekat bukan berarti kita terikat. Terikat sama saja dekat karena paksa. Tidak seorangpun mau dipaksa untuk terikat.

Yang menentukan sedekat sejauh apa suatu hubungan bukan mereka yang melihat. Tapi kita yang menjalani. Tidak satupun pihak yang bisa mengunci pilihan diantara yang terlibat. Pemeran utamanyalah yang berhak mengambil keputusan. Bukan satu, namun keduanya.

Kedekatan kadang terasa seperti mempermainkan. Nampak baik namun isi tak sebaik tampaknya. Dekat bukan berarti harus tau segalanya. Kalau nyatanya dekat, kedekatan akan membukakan dengan sendirinya.

Dekat tidak dipastikan dengan pengukur. Tidak dipastikan dengan nampaknya. Tidak dipastikan dengan statusnya. Dekat menyimpan kepastian yang tidak terlihat nyata dimata biasa. Bertanyalah kepada orang yang dapat dipercaya untuk menilai kedekatan kita dengan yang lain. Karna dekat menyimpan kepercayaan dan kepahaman. Keduanya hanya dimiliki dalam lingkup terbatas yang tidak bisa dibagi-bagi.

TAK DIKENAL
Tidak kenal bukan alasan untuk tetap tidak terlibat. Justru seringnya itu dijadikan acuan untuk mengenal lebih jauh nantinya. Tidak dikenal tidak selalu mengartikan sama sekali tidak kenal. Bisa jadi  hanya saling kenal tapi tidak benar-benar kenal. Sering kan denger orang ditanya kenalkah sama si A, dan pas ditanya lebih lanjut dia jawab ' i just know, but not really yet' .

Kita sendiri punya pilihan untuk melanjutkan lebih kenal sama seseorang atau engga. Saya ngerasain sendiri lho, dan kalo kitanya bisa mengaturnya kedepannya bakal baik aja.

------------
Segitu dulu ya, see you

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Indonesia atau yang Lain? (Part 1)

Indonesia. Apa satu hal yg langsung terbayang dipikiranmu saat mendengar nama itu? Bali? Komodo? Orangutan? Soekarno? Habibie? Itu hal positif yg Alhamdulillah masih diingat sampai sekarang. Kalo yg ini? Korupsi? Bentrok? Itu negatifnya yg sayang masih kita dengar. Bicara negeri kita, saya tidak akan membicarakan hal meluas yang berhubungan diatas. Saya cuma mau bahan satu hal malam ini. Tentang respon masyarakat tentang karya anak bangsa,yaitu film. Pernah suatu hari saya berburu diskon ceritanya di internet. Nemu promo dibioskop nonton murmer gitu tapi khusus cuma film luar aja. Seketika saja, saya berpikir. Ko kesannya jadi marketing gitu ya biar film luar lebih laku daripada film negri sendiri(?) Lalu hari ini. Iseng sebenarnya buka twitter. Nemu #HariFilmNasional dan nongol promo beli satu gratis satu dibioskop. Tapii.. Khusus film dalam negeri saja,itupun hanya dibeberapa bioskop saja. Dua peristiwa itu saya alami dengan respon yg lumayan berbeda. Saat saya menglmentar...

Yang di Luar Sana

Assalammu'alaikum. Hai :') Lama ya ga nulis. Bukan sibuk kok cuma fokusnya yang teralihkan. Hehe Sebelum curhat, saya mau cerita aja kenapa lama vakum di blog. Ketertarikan saya teralihkan dengan media lain yaitu tumblr. Bukan bermaksud untuk bilang blog ini ga nyaman. Tapi saya seperti menemukan sebuah passion lain di tumblr. Yang membuat saya berani bisa berbicara mengenai kehidupan meski dalam bentuk tersirat. Sering kali, saya menemukan satu-dua tulisan yang membuat saya termenung. Merefleksikan diri dari kehidupan. Memberikan energi extra dalam melanjutkan sebuah perjalanan. Menyadarkan untuk tidak DIAM . Yang saya dengar, diam itu emas . Terserah sih. Tapi kadang di situasi tertentu saat kamu memilih diam itu bisa jadi kejam. Mungkin saya terdengar berlebihan. Saya berusaha jujur mengungkap apa yang saya rasakan. But that was true. Ahh lelah untuk menjelaskannya. Percuma saja. Nikmati hidangan yang kamu pilih nona . Hidup ini memang sadis.. memaksa untuk m...

Hal Simpel yang Bikin Bete PART II

Hollala semua. Saya kembali dengan ' Hal Simpel yang Bikin Bete PART II '. Sayangnya ini cukup berkaitan sama part sebelumnya. So, sangat disarankan baca dulu ya sebelumnya ;) Ini soal kalo kita mau dibuat nunggu sama orang bahkan pake diancem segala. Haduooh, bete ga sih? Jadi begini ceritanya... saya tadinya mau rapat sama teman-teman. Karena langka banget gitu yang dateng. Jadi dihumasinnya jadi agak berbau ancaman . Tenang.. ancaman ini tidak berbentuk seperti kekerasan, SARA, atau apapun hal negatif yang kini seliweran diotak kalian. Ini cuma sedikit gertakan sih. Tapi betapa menyebalkannya ketika gertakan itu tidak berfungsi kepada pihak yang dimaksudkan? Sama aja boong. So? Intinya.. gertakan yang dilakukan oleh pimpinan saya sama sekali tidak mempan untuk massa kami. Massa sudah menjadi lebih cerdik dalam memahami isi pesan yang dihumaskan. Lebih nalar akan keadaan. Miris sih, tapi begitulah. Sekian dari saya , see yuu